Latest Post

Cara Berbisnis Yang Baik, Bagaimana?


Cara Berbisnis Yang Baik, Bagaimana?


Cara berbisnis yang baik pada dasarnya sering diperlukan oleh seseorang untuk mempelajari hal apa saja yang dilakukan pada saat menjalankan bisnis. Berbisnis ini pada dasarnya menjadi salah satu kegiatan yang paling banyak dijalankan oleh seseorang untuk meningkatkan pendapatan dan meraih kesuksesan karirnya. Menjadi seorang pelaku bisnis yang sukses memang dambaan bagi semua orang, yang mana setiap orang pasti memiliki tujuan dalam menjalankan sesuatu dan berupaya untuk meraih kesuksesan dengan cara berbisnis. Menjalankan bisnis dapat saja menjadi keputusan yang tepat asalkan sebagai anda sebagai pelaku bisnis mengetahui dan mempersiapkan strategi – strategi khusus yang diperlukan untuk menghadapi berbagai macam kondisi dengan baik. Sebaliknya jika anda belum mempersiapkan strategi untuk menghadapi berbagai macam kondisi pada bisnis yang akan dijalankan maka akan berdampak pada kinerja dan pendapatan bisnis yang tidak maksimal. Untuk itu, sebagai calon atau pelaku bisnis sudah seharusnya mengetahui bagaimana cara berbisnis yang baik agar lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi bisnis yang dapat menjadi risiko besar dan menghambat kesuksesan bisnis yang dijalankan. Lalu cara berbisnis yang baik seperti apa yang dapat membantu dalam meraih kesuksesan bisnis?

Berikut adalah beberapa cara berbisnis yang baik agar dapat membantu anda dalam mempersiapkan dan meraih kesuksesan bisnis:

1. Fokus pada bidang bisnis yang akan dijalankan

Salah satu kendala pada saat ingin berbisnis atau menjalankan bisnis adalah pelaku bisnis kurang fokus pada bidang bisnis yang dijalankan. Tak jarang pelaku bisnis sering kali melirik bahkan juga mencoba bidang bisnis lainnya yang mana itu akan membuat konsentrasi terbagi dan membuat kondisi yang semakin berantakan jika tidak dapat mengelola dengan baik. Untuk itu, anda sebaiknya fokus pada bidang bisnis yang ingin anda jalankan terlebih dahulu, baru setelah itu dapat mencoba bisnis lainnya jika anda mampu mengelolanya dengan baik. Mengingat tidak ada salahnya jika anda hanya memiliki salah satu bisnis dan dapat menjalankannya dengan maksimal dibandingkan memiliki berbagai jenis bidang bisnis tapi kurang mampu mengelolanya. Selain itu, ketika anda fokus pada bidang bisnis yang dijalankan maka akan membantu anda untuk lebih terarah dalam menyusun strategi yang terbaik untuk kelangsungan bisnis kedepannya.

2. Menjalankan bisnis di bidang yang disukai

Dengan melakukan bisnis di bidang yang anda suka secara tidak langsung membuat anda terdorong dan termotivasi dalam menjalankan bisnis tersebut karena dilakukan dengan sepenuh hati. Sehingga dalam menjalankan bisnis bukan karena paksaan dan akan menghasilkan kinerja bisnis yang maksimal. Untuk itu, anda dapat menjalankan bisnis sesuai dengan bidang yang anda minati seperti misalnya sesuai dengan hobi yang anda miliki. Dengan begitu, anda memiliki pengetahuan yang lebih dan akan mampu membawa kesuksesan. Sebaliknya jika anda menjalankan bisnis yang tidak begitu anda suka dengan alasan berbagai hal seperti tidak sesuai dengan passion atau keahlian yang dimiliki maka akan mengakibatkan kinerja bisnis yang tidak maksimal. Padahal pada saat menjalankan bisnis seseorang dituntut untuk total dalam hal seperti tanggung jawab, sikap profesionalisme dan lain sebagainya.

3. Menguasai bidang bisnis yang dijalankan

Menguasai bidang bisnis yang dijalankan ini jelas harus menjadi salah satu cara berbisnis yang baik. Bagaimana tidak, ketika seorang pelaku bisnis akan menjalankan sesuatu sebaiknya ia harus paham, mengerti dan menguasai bidang bisnis tersebut. Hal itu akan menjadi manfaat untuk pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya dengan baik. Terlebih dengan mengetahui dan menguasai bisnis maka anda dapat menyusun strategi yang tepat dan mampu memanfaatkan peluang yang baik untuk bisnis anda.

4. Menyusun konsep bisnis yang baik

Dengan menyusun konsep bisnis yang baik menunjukkan bahwa anda telah melakukan cara berbisnis yang benar. Mengingat konsep bisnis ini membantu anda untuk dapat menentukan strategi dan tindakan seperti apa yang akan dilakukan untuk bisnis anda kedepannya. Selain itu dengan menyusun konsep bisnis yang baik ini dapat membantu anda untuk melakukan pemasaran dan penjualan yang baik, dan tepat sasaran karena sesuai dengan konsep bisnis.

5. Bersikap positif

Cara berbisnis yang baik tidak lain juga dapat dilakukan dengan terus bersikap positif. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sebagai pelaku bisnis anda dituntut untuk bersikap positif seperti tanggung jawab, jujur, konsisten, profesional dan disiplin karena itu penting untuk menunjang kesuksesan bisnis kedepannya. Selain itu, sebagai pelaku bisnis anda seharusnya memiliki sikap yang tidak mudah menyerah dan terus optimis, mengingat kendala, permasalahan ataupun kegagalan pasti akan ada dan mencoba untuk menguji bisnis anda. Untuk itu, anda harus memiliki sikap positif untuk tetap mampu menyusun strategi bisnis dengan baik sehingga bisnis anda pun dapat berjalan dengan baik pula.
Demikianlah beberapa cara berbisnis yang baik di atas, semoga dapat memberikan manfaat bagi anda dan jangan takut untuk berbisnis karena semua orang dapat dan mampu untuk sukses dengan melakukan hal positif. Semoga bermanfaat.
Oleh: Fitri Anggarsari

7 Hal Penting Dalam Bisnis Mebel


7 Hal Penting Dalam Bisnis Mebel

Bisnis mebel atau biasa disebut dengan bisnis furniture merupakan salah satu jenis bisnis yang membutuhkan modal yang cukup besar akan tetapi memiliki peluang sukses yang tinggi. Peluang bisnis mebel ini dikatakan cukup bagus dikarenakan banyaknya permintaan aneka ragam mebel untuk memenuhi perlengkapan rumah. Dimana hal itu didukung dengan semakin padatnya penduduk di Indonesia yang juga meningkatkan konsumtif masyarakat terhadap mebel ini. Sehingga tidak heran jika bisnis ini memiliki begitu banyak peminat yang menjadikan persaingan ketat. Untuk itu anda sebagai pelaku bisnis yang ingin memulai bisnis mebel ini perlu melakukan berbagai pertimbangan agar dapat menjalankan dengan baik dan meraih kesuksesan.

Lalu apa saja yang perlu diperhatikan dalam menjalankan bisnis mebel? Berikut uraiannya:

1. Modal

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa peluang bisnis mebel ini sangat bagus akan tetapi membutuhkan modal yang cukup besar. Mengingat bahan baku yang digunakan pada bisnis ini tidaklah murah dan pembuatannya pun terbilang cukup sulit. Sehingga anda sebagai pelaku bisnis mebel dapat memperhatikan modal terlebih dahulu sebelum memulai menjalankan bisnis. Dimana anda dapat mendapatkan modal dengan mengajukan peminjaman terhadap bank-bank tertentu, ataupun modal dari tabungan anda sendiri.

2. Lokasi

Selain perlu memperhatikan modal saat menjalankan bisnis mebel juga harus memperhatikan lokasi tempat berbisnis yang strategis. Lokasi yang strategis ini berpengaruh pada pendapatan bisnis yang mana dapat mempermudah dalam mendapatkan konsumen. Sehingga bagi anda yang ingin lebih maksimal dalam meraih pendapatan maka sebaiknya anda memilih lokasi bisnis yang ramai dan berkemungkinan untuk mudah didatangi konsumen.

3. Strategi yang tepat

Sebagai pelaku bisnis anda juga harus dituntut untuk menyusun strategi yang tepat untuk kelangsungan bisnis anda. Dimana ketika ada suatu permasalahan yang terjadi pada bisnis anda maka anda sudah menyiapkan cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Selain itu, anda juga harus dapat membaca peluang bisnis dari mebel ini untuk memperluas target penjualan. Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini banyak juga masyarakat yang berinvestasi rumah, kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk anda dalam meraih perhatian mereka. Dimana mereka dapat menjadi target konsumen untuk mebel yang anda tawarkan secara langsung akan dapat menaikkan pendapatan bisnis mebel anda.

4. Target pasar

Dalam menjalankan bisnis mebel juga perlu untuk memperhatikan target pasar. Dimana dalam berbisnis apapun itu sebaiknya menjalankan bisnis berdasarkan target pasarnya agar proses pelaksanaan bisnis dapat berjalan dengan lancar dan tepat. Selain itu, anda sebagai pelaku bisnis mebel pun akan lebih fokus dan paham mebel seperti apa yang tepat untuk diproduksi dan konsumen seperti apa yang sesuai dengan target pasarnya. Maka dari itu, target pasar ini berperan penting juga pada bisnis yang anda jalankan untuk meraih kesuksesan.

5. Melakukan pemasaran dan promosi

Di dalam menjalankan bisnis usaha mebel anda harus dapat menentukan segmen-segmen pasar tertentu yang dapat membantu anda untuk bisa memutuskan dan menentukan strategi dalam promosi dan pemasaran yang efektif dan efisien. Selanjutnya untuk melakukan promosi, anda tidak hanya dapat dengan menyerahkan brosur ke perusahaan atau berbagai tempat yang lainnya saja, anda juga bisa mempromosikan bisnis mebel anda tersebut melalui media internet dan elektronik seperti misalnya media sosial. Sehingga, produk yang anda jual tersebut akan lebih mudah di ketahui oleh masyarakat luas, tidak hanya di dalam kota anda saja. Selain itu, ketika anda menggunakan media sosial dalam melakukan pemasaran dan promosi sebaiknya anda menyebutkan berbagai macam kelebihan dan kualitas dari produk mebel yang anda jual, supaya para konsumen percaya dan mengetahui mengenai keunggulan dan perbedaan mebel anda dari tempat yang lainnya.

6. Kualitas sebanding dengan harga

Kualitas mebel menjadi hal yang selalu diperhatikan oleh konsumen dalam memilih mebel yang akan dibelinya. Mebel yang berkualitas memang menjadi dambaan bagi para konsumen sehingga anda sebagai pelaku bisnis mebel tidak ada salahnya jika lebih mengedepankan kualitas. Dengan mengedepankan kualitas maka secara otomatis anda dapat dengan mudah menarik perhatian konsumen dan bahkan memiliki banyak pelanggan. Selain itu kualitas yang bagus dapat juga membuat bisnis anda mampu bersaing dengan pelaku bisnis mebel lainnya sehingga anda lebih menguasai pasar. Apalagi jika mebel yang anda buat memiliki kualitas yang sebanding dengan harga yang anda berikan, tentunya hal itu akan menjadikan bisnis anda lebih unggul dan dipercaya oleh banyak konsumen.

7. Menjalin kerjasama

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa anda sebagai pelaku bisnis harus memiliki strategi yang tepat seperti misalnya mampu menangkap peluang bisnis mebel yang sekiranya dapat meningkatkan pendapatan bisnis anda. Dalam hal tersebut akan berjalan lebih optimal jika anda mampu menjalin kerjasama dengan perusahaan yang bergerak dalam investasi perumahan, apartemen, hotel, ataupun restoran. Dimana seperti yang kita ketahui bersama bahwa pasti perusahaan seperti itu memerlukan mebel untuk melengkapi bisnisnya. Sehingga, tidak ada salahnya jika anda mencoba untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan tersebut agar bisnis mebel anda lebih lancar dalam meraih kesuksesan.
Demikianlah informasi terkait peluang bisnis mebel beserta beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan bisnis mebel tersebut. Semoga bermanfaat.
Ole: Fitri Anggarsari


Pusing Mengelola Inventory? Coba Sistem Inventory Ini


Kalau kita bicara masalah inventory maka, kita akan mengarah pada persediaan barang, dalam sektor perindustrian terdapat bermacam-macam bidang usaha yang membutuhkan sistem inventory. Sistem inventory juga dibuat dengan menyesuaikan bidang usaha yang ada seperti distribution, trading, manufacturing dan project. Tanpa adanya persediaan disuatu bidang usaha, tentunya hal ini akan menghambat para pengusaha dan akan dihadapkan pada resiko bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan pelanggan yang memerlukan atau meminta barang/jasa. kebanyakan pemakai inventory adalah usaha jenis trading/perdagangan. Adapun menurut sofjan assauri (1993:169) persediaan dapat di definisikan sebagai berikut : “Persediaan adalah suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal.”
Dengan pengelolaan persediaan maka perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari pengembangan usahan yg dijalani. Persediaan barang di suatu perusahaan biasanya berupa, bahan mentah, bahan setengah jadi, bahan penolong, atau bahan pembantu. Inventory atau persediaan merupakan nilai yang cukup besar dalam segi biaya operasional suatu perusahaan. Dalam pengelolaan inventory memang susah susah gampang, tergantung jenis perusahaannya. Sistem inventory biasanya meliputi pencatatan produk, harga produk yang akan dijual, harga produk yang diterima kembali/ retur barang, harga pokok persediaan, dibeli, pencatatan permintaan dan pengeluaran barang gudang, dan sistem stock opname barang/ perhitungan fisik persediaan. untuk mempermudah manajer operasional dalam mengelola persediaan dan mempercepat pengambilan keputusan oleh manajemen. sistem inventory merupakan bagian dari software ERP (Enterprise Resource Planning). Tentunya tersebut akan cukup rumit di terapkan dalam mengotrol persediaan barang dagang. Seiring kemajuan jaman, maka sistem inventory suatu bidang usaha, dapat dipermudah dengan menggunakan software akuntansi.
Beberapa manfaat menggunakan software akuntansi terutama untuk pengelolaan inventory seperti beberapa fitur pembagian barang di sektor industri perdagangan dan distribusi, seperti contoh di bidang industri perdagangan barang yang digunakan dalam bidang tersebut memiliki alur dibeli dari pemasok, kemudian di simpan dan setelahnya akan dijual kepada pelanggan, itu sedikit berbeda dengan bidang usaha manufaktur, karena pada dasarnya industri manufaktur memerlukan proses pengolahan barang sebelum dijual ke pelanggan, beberapa barang yang di olah biasanya terbagi menjadi 3 bagian antara lain bahan mentah untuk di olah kembali yang dibeli dari pemasok/vendor, bahan penolong/setengah jadi yang di olah namun perlu melalui tahap penyelesaian ulang, dan selanjutnya yaitu barang jadi yang telah selesai di olah dan siap dipasarkan untuk pelanggan/costumer. Untuk mempermudah hal tersebut perusahaan dapat menggunakan software zahir akuntansi.
Sistem pencatatan software zahir menggunakan sistem perpetual. Sistem pencatatan metode perpetual merupakan sistem dimana setiap pesedian yang masuk dan keluar dicatat kedalam pembukuan, barang yang dibukukan di buatkan kartu persediaan dan di dalam pembukuan dibuatkan rekening pembantu untuk persediaan. Dalam buku pembantu dapat dipantau dari rekening kontrol persediaan barang ke dalam buku besar. Rekening yang terdapat di persediaan dapat di pkai untuk mencatat pembelina, penjualan, dan penyesuaian persediaan dengan cara stock opname. Perubahan yang terdapat dalam persediaan maka akan diikuti dengan pencatatan dalam rekening persediaan sehingga jumlah persediaan yang berubah dapat diketahui dengan melihat kolom laporan persediaan dalam rekening persediaan. beberapa manfaat memiliki sistem persediaan barang antara lain:
A. Menghindari Kekurangan Bahan
Memudahkan dalam memantau stok saat ini serta mengantisipasi adanya pelanggan/customers yang datang membeli barang dagangan, kemudian perusahaan tidak mempunyai barang tersebut. Untuk menghindari situasi tersebut, perusahaan harus memilikii persediaan barang jadi.
B. Meningkatkan Pelayanan
Rata-rata pelanggan menginginkan tingkat layanan yang cepatpengantaran tetapi juga te-pat, dan bermacam pengapalan. Pengintegrasian terhadap penjualan dapat meningkatkan kecepatan pengepakan dan pengiriman, serta memungkinkan otomatisasi untuk memenuhi instruksi dalam pengotrolan persediaan, meliputi indetifikasi daerah distribusi yang dibagi antara beberapa pelanggan atau grup dan memudah dalam penyortir dari staging area dan pergerakan stok barang dagang. Hal tersebut menjamin produk yang benar berada ditempat yang benar pada waktu yang tepat. Serta dapat juga memudahkan perusahaan mengelola vendor.
C. Mengontrol Persediaan yang Lebih Baik
Dalam pendistribusi dan penyimpanan barang-barang secara menyeluruh flexibelitas dapat memungkinkan perusahaan untuk memantau dan mengontrol persediaan sesuai dengan bisnis mereka. Serta kemudahan mengakses terhadap data-data yang meliputi ketersediaan peresediaan barang, , jumlah yang harus diorder lagi melalui vendor, jumlah stok yang ada serta mengetahui biaya pada saat itu juga terhadap persediaan untuk di respons secara ce-pat dalam rangka pengambilan keputusan, sistem dengan kemampuan mengelolah bebera-pa lokasi yang berbeda-beda memungkinkan manajemen dari gudang-gudang yang ber-beda-beda dan penelusuran persediaan melalui lot, secara seri atau menggunakan level.
D. Meminimalisir Biaya
Mencegah adanya kesalahan dalam pencatatan yang menyakut SDM kayawan, serta mengurangi dalam jangka waktu pesanan ke pelanggan dan pengiriman produk ke pelanggan selama proses prodksi yang berlangsung. Hal tersebut mempermudah manajemen saldo.

Manfaat Etika Profesi Di Bidang Bisnis


Manfaat Etika Profesi Di Bidang Bisnis

Dalam menjalankan peran pada suatu pekerjaan tentunya memiliki sebuah aturan yang dipegang teguh untuk dijadikan panduan dalam menjalankan tugasnya. Aturan tersebut berkaitan dengan etika profesi. Etika profesi sendiri merupakan suatu konsep etika yang telah ada pada suatu lingkup kerja. Adanya sebuah etika profesi ini selain dapat dijadikan sebagai panduan dalam menjalankan tugas juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan diri kearah yang lebih baik. Pada etika profesi memiliki prinsip yang positif seperti tanggung jawab, keadilan dan profesional. Ketiga prinsip tersebut dapat memberikan manfaat yang cukup banyak bagi bisnis yang dijalankan.
Lalu apa saja manfaat etika profesi di bidang bisnis?
1. Memberikan Rasa Tanggung Jawab
Menerapkan etika profesi dalam dunia bisnis dapat membentuk adanya rasa tanggung jawab terhadap apa yang dijalankan. Sebagai pelaku bisnis yang menjujung etika profesi maka ia harus mampu membawa bisnis yang dijalankan sesuai dengan tujuan yakni kesuksesan. Selain itu, dengan menerapkan etika profesi maka pelaku bisnis mendapatkan rasa komitmen yang tinggi terhadap apa yang dijalankan yang akan mendorong pelaku bisnis untuk tidak pantang menyerah.
2. Memberikan Prinsip Profesionalitas
Ketika menerapkan etika profesi dalam bisnis maka tak lepas dengan istilah profesionalitas. Ketika suatu organisasi yang menjalankan sebuah bisnis dan memiliki sumber daya manusia yang menjunjung tinggi profesionalitas maka dapat dipastikan bisnis tersebut akan dengan mudah meraih kesuksesan. Profesionalitas dalam dunia bisnis memang tidak bisa dipisahkan, dimana hal ini sangat perlu untuk membangun kinerja bisnis agar selalu objektif.
3. Memberikan Konsep Bisnis Yang Jelas
Dengan menerapkan etika profesi dalam bisnis mampu membangun sebuah konsep yang harus jelas. Konsep pada hal ini berkaitan dengan pemikiran dan penilaian baik atau buruk terhadap sesuatu yang akan dihadapi saat menjalankan bisnis. Sehingga mampu memikirkan resiko dan solusi yang perlu dilakukan ketika dihadapkan pada suatu permasalahan.
4. Meningkatkan Kualitas Bisnis
Ketika bisnis menerapkan etika profesi dan memiliki sumber daya manusia yang menjunjung rasa tanggung jawab dan profesionalitas yang tinggi, serta konsep bisnis yang jelas maka akan mempu meningkatkan kualitas bisnis yang dijalankan. Mengingat dampak dari sumber daya manusia yang ikut andil dalam jalannya sebuah bisnis itu sangat besar. Tak jarang ketika pada saat memulai bisnis, sebuah organisasi atau perusahaan melakukan beberapa kali penyaringan dan pengarahan untuk membentuk sikap positif dan memiliki etika dalam menjalankan tugasnya.
5. Meningkatkan Kenyamanan di Lingkungan Bisnis
Etika profesi dapat mendorong seorang pelaku bisnis agar lebih bisa menghargai sesama, menjalin hubungan yang erat tetapi tetap mengedepankan profesionalitas. Sehingga dengan demikian maka kondisi bisnis yang dijalankan dapat berjalan kondusif.
Setelah mengetahui manfaat etika profesi di bidang bisnis di atas maka yang dilakukan oleh pelaku bisnis adalah mengasah kemampuan soft skill agar etika profesi terus tertanam pada diri. Untuk itu, yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Belajar memahami
Memahami yang dimaksud adalah memahami seseorang yang terkait maupun memahami kondisi bisnis. Hal ini dapat membantu untuk menimbulkan sikap saling menghargai, dan mampu memberikan kenyamanan pada kondisi bisnis sehingga secara tidak langsung juga mampu meningkatkan kualitas bisnis itu sendiri.
2. Belajar berfikir dan bersikap positif
Tujuannya adalah agar dapat memberikan suasana yang tetap kondusif dan mampu memberikan stimulan bagi orang sekitar agar tidak pantang menyerah. Jika mampu melalukan hal tersebut maka akan mampu menghasilkan sebuah solusi dan sikap yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Mengingat sebuah pemilihan keputusan tidak boleh sembarang diambil dan harus memikirkan resiko-resiko yang akan dihadapi.
3. Belajar percaya terhadap diri sendiri dan orang lain.
Hal ini perlu dilakukan agar sumber daya manusia yang terkait di dalam bisnis mampu bertanggung jawab akan tugasnya. Selain itu, sebagai pelaku bisnis khususnya pemimpin harus memberikan contoh bagi rekan kerja atau anggota dengan cara menyakinkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika benar-benar menginginkannya. Dengan kata lain, percaya diri dan memberikan kepercayaan kepada orang lain pun juga dapat memberikan dukungan.
4. Belajar lebih tentang etika profesi.
Belajar itu tidak mengenal usia, semua orang dapat melakukannya apapun kondisinya termasuk ketika seseorang yang telah membangun sebuah bisnis. Tidak salahnya jika pelaku bisnis masih terus belajar apapun itu untuk kemajuan bisnis yang dijalankan.
            Pada dasarnya dalam menjalankan bisnis memang harus memperhatikan banyak hal, termasuk etika profesi dari berbagai bidang. Untuk itu manfaat etika profesi di bidang bisnis berserta langkah yang harus dilakukan untuk menanamkan etika profesi diatas semoga dapat menjadi solusi untuk pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya. Semoga bermanfaat.
Oleh: Fitri Anggarsari

MENGENAL USAHA LELE SANGKURIANG MILIK FAUZAN HANGRIAWAN

MENGENAL USAHA LELE SANGKURIANG MILIK FAUZAN HANGRIAWAN


Fauzan Hangriawan. Akibat dari meningkatnya jumlah permintaan ikan lele di pasaran, hal ini menjadi salah satu peluang bagi Fauzan Hangriawan merintis usaha budidaya ikan lele di kawasan Cipedak, Jakarta Selatan. Saat ini, beliau mampu meraup omzet hingga 50 juta rupiah per bulan dari bisnis budidaya ikan lele sangkuriang yang dijalankannya. Seperti apakah usaha lele sangkuriang yang di jalani oleh Fauzan Hangriawan, berikut ulasannya.

 Awal Usaha Budidaya Lele

Sudah sejak lama Fauzan Hangriawan melirik usaha budidaya ikan lele karena dianggap memiliki peluang usaha yang menggiurkan dan lagi trend budidaya ikan lele memiliki perkembangan yang cukup baik kala itu. Sehingga hal tersebut menumbuhkan keinginan Fauzan untuk mulai merintis budidaya ikan lele di perkotaan.
Fauzah Hangriawan mulai merintis usahanya tersebut pada tahun 2008. Modal awal pria kelahiran Pontianak 24 Juli 1986 ini sebesar 1,5 juta rupiah. Pada mulanya dengan bermodalkan uang 1,5 juta rupiah, Fauzan membeli 1000 bibit ikan lele dan pakannya, serta perlengkapann kolam buatan yaitu terpal yang dgunakan Fauzan untuk membuat satu kolam ikan di belakang rumahnya.

Aplikasi Pembukuan – Cara Nyaman Membuat Laporan Keuangan


Aplikasi Pembukuan – Cara Nyaman Membuat Laporan Keuangan

Pada awal merintis usaha, seringkali ditemui pelaku usaha hanya fokus pada produk dan pemasaran. Hal ini lumrah karena pemilik usaha harus melakukan penetrasi pasar agar produknya dikenal. Sehingga mereka seringkali melupakan laporan keuangan usaha yang seharusnya dibuat sejak awal. Jamak terjadi mereka baru menyadarinya ketika usaha sudah mulai berkembang, transaksi semakin besar, dan stok yang bertambah, namun keberadaan dana atau stok tidak dapat diketahui secara akurat. Inilah yang akan menyebabkan tersendatnya suatu usaha bahkan dapat mengakibatkan kebangkrutan.
Idealnya, pada saat membuka usaha hendaknya diberlakukan juga pembukuan usaha. Pembukuan atau pencatatan keuangan ini harus dilakukan secara kontinyu, dimana didalamnya termasuk pencatatan harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta pendapatan yang digunakan sebagai dasar dalam menyusun neraca dan laporan laba rugi. Melalui pembukuan usaha ini, maka pemilik dapat memantau dan mengevaluasi kondisi keuangan usahanya.

Perlukah Business Owner Selalu Berada Di Kantor?


Perlukah Business Owner Selalu Berada Di Kantor?


Merintis sebuah usaha membutuhkan kerja keras, keuletan, serta disiplin yang tinggi. Di awal merintis usaha, seseorang dituntut untuk bisa mengerjakan banyak hal, seperti mencari supplier, mengelola order, mengirim barang, menangani keluhan, menjadi marketing, hingga mengurusi masalah administrasi keuangan. Berbagai tugas yang dilakukan inilah yang menjadikan owner semakin kaya akan pengalaman dan wawasan baru. Dia akan belajar dari berbagai kesalahannya dan pada akhirnya menemukan formula yang tepat untuk kelangsungan usahanya.
Menangani seluruh aktivitas usaha seorang diri atau menjadi single fighter bisa saja dilakukan saat bisnis baru berjalan. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan usaha Anda semakin berkembang, maka Anda akan semakin kesulitan jika harus menanganinya sendiri. Anda mulai membutuhkan karyawan yang dapat menjalankan berbagai tugas yang selama ini Anda kerjakan sendiri.
Posisi Anda sebagai business owner memberikan Anda keleluasaan dalam mengelola waktu. Tapi bukan berarti Anda berleha-leha. Andalah yang bertanggung jawab penuh atas keberlangsungan usaha. Sebagai business owner Anda memiliki tugas untuk mengembangangkan usaha dan menemukan peluang atau terobosan baru. Tidak menutup kemungkinan untuk hal tersebut Anda harus sering mobile dan meninggalkan kantor Anda. Namun demikian jamak ditemui owner yang enggan meninggalkan kantornya, alasan yang sering diberikan adalah tidak ada orang yang mengawasi kinerja karyawannya, khawatir jika ditinggal pergi karyawan akan bekerja seenaknya, atau tidak ada yang dapat mengambil keputusan jika bos tidak ada. Alasan tersebut wajar, meskipun tidak sepenuhnya tepat. Hal yang lumrah jika business owner memiliki kecemasan tersebut, karena untuk merintisnya dia harus bekerja keras, dan tidak ingin usahanya terlepas dari pengawasannya. Jangan hanya karena Anda sebagai pemilik, bukan berarti semua pekerjaan Anda kerjakan sendiri. Anda harus mendelegasikan tugas-tugas Anda sebelumnya kepada karyawan. Dengan mendelegasikan tugas kepada karyawan, maka Anda dapat fokus pada pengembangan usaha, seperti melakukan terobosan baru atau memperluas area pemasaran.
Berikut ini ada beberapa trik yang dapat Anda lakukan untuk memantau kinerja karyawan Anda pada saat Anda tidak ada di tempat :
  • Membuat sistem pelaporan yang rutin, seperti membuat laporan harian, mingguan, atau bulanan sehingga Anda dapat memantau kinerja karyawan. Akan lebih baik jika menerapkan sistem online sehingga Anda dapat memantaunya tanpa hambatan ruang dan waktu.
  • Menentukan jadwal pertemuan rutin untuk berinteraksi, brainstorming, atau membahas masalah yang dihadapi karyawan di setiap divisi.
  • Melakukan inspeksi mendadak untuk melihat secara langsung performa karyawan.
  • Membangun sikap percaya kepada karyawan Anda dan menerima ide atau masukan yang disampaikan untuk kemajuan usaha.
  • Memberikan reward kepada karyawan yang berprestasi akan menunjukkan bahwa Anda benar-benar menghargai kerja kerasnya sehingga dapat memotivasi karyawan lain untuk melakukan hal serupa.
Karyawan memiliki kontribusi yang besar dalam mengembangkan bisnis yang Anda kerjakan. Tanpa bantuan mereka bisnis Anda akan berjalan stagnan. Melakukan koordinasi dan komunikasi dua arah antara owner dan karyawan sangat vital untuk dapat mencapai goal yang ditetapkan.



Tips To Manage Your Working Capital




Apa yang Anda pikirkan jika Anda membaca pernyataan Anda dari posisi keuangan (neraca) menunjukkan aset Anda lebih tinggi dari kewajiban Anda? Orang pasti berharap kondisi ini, kan? Tapi, jika Anda tidak bisa mengelola modal kerja Anda dengan baik, hal itu tidak dapat membantu Anda membuat bisnis Anda efisien dan efektif. Mari kita lihat penjelasan berikut yang akan memberi Anda cara terbaik untuk mengelola aset Anda.


Modal kerja


Seperti kita ketahui, modal kerja adalah perbedaan antara harta lancar (aktiva lancar) dan kewajiban lancar. Ini menggambarkan ukuran umum likuiditas perusahaan. Kita juga tahu rasio modal kerja. Meskipun perusahaan kami memiliki keseimbangan yang lebih tinggi dalam total harta lancar yang menunjukkan kemampuan lebih besar untuk memenuhi utang perusahaan, tetapi kita mungkin lupa tentang pengembalian. Semakin lama perusahaan menyimpan aktiva lancar yang berlebihan, semakin sedikit pengembalian yang di dapatkan dari total aset(aktiva). Mengapa kita tidak mencoba untuk berinvestasi dengan kelebihan uang tunai atau memperoleh aset tetap yang dapat membantu perusahaan menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi?


Di sisi lain, pembiayaan usaha dominan berdasar kepada kewajiban lancar daripada utang jangka panjang, meskipun mungkin menimbulkan biaya yang lebih rendah tetapi memiliki risiko likuiditas yang lebih besar. Semakin besar utang jatuh tempo, maka semakin besar ketidak pastian dan pada umumnya semakin besar biayanya.


Untuk membiayai aset Anda, disarankan untuk menggunakan hedging dimana aset dibiayai oleh kewajiban jatuh tempo yang sama. Dengan menggunakan sistem ini, Anda bisa lebih mempersiapkan dengan dana yang memadai untuk memenuhi utang ketika jatuh tempo.


Mungkin Anda ingin tahu bagaimana menghitung saldo kas yang sesuai atau diperlukan dalam perusahaan Anda. Kas seperti darah dalam tubuh kita. Ketika darah beredar dengan baik, semua organ dalam tubuh kita akan sehat. Kas terdiri dari dua jenis, yaitu uang tunai di Bank dan Kas. Mereka adalah aset yang paling utama di sebuah perusahaan. Tips untuk mengelola uang tunai adalah dengan menjaga saldo kas yang diperlukan. Bagaimana cara menghitungnya? Cukup menghitung saldo transaksi untuk kegiatan bisnis normal ditambah saldo pencegahan dalam kasus darurat ditambah kompensasi saldo yang dibutuhkan untuk komitmen pembiayaan. Ingat, uang tunai yang berlebihan tidak baik dan itu juga berlaku untuk aset lancar lainnya, termasuk piutang, apalagi persediaan.


Hal ini sangat mungkin untuk berdagang tanpa penjualan kredit. Manajemen akan mengoptimalkan penjualan mereka dengan sistem ini, tetapi tentu harus menggunakan strategi seperti itu untuk memaksimalkan return dan meminimalkan risiko. Ada beberapa tips untuk mengelola piutang, antara lain:


Membuat Penuaan Jadwal untuk mengidentifikasi berapa banyak pelanggan dan berapa banyak penjualan kredit jatuh tempo.

Mengevaluasi batas kredit berdasarkan aliran pelanggan pembayaran. "Mereka yang dengan piutang tunggakan lama tidak harus mendapatkan produk itu sampai mereka menyelesaikan rekening mereka atau membayar tunai".

Membuat pengaturan sebelumnya dengan pelanggan, misalnya, keterlambatan pembayaran dari rekening mereka akan mendapatkan biaya bunga secara berkala, atau meminta mereka untuk menyiapkan jaminan setidaknya dalam jumlah yang sama dengan saldo rekening.

Segera mengirim faktur penjualan besar.

Para pelanggan harus secara berkala diingatkan oleh telepon dan email sebelum dan pada saat faktur mereka sudah waktunya untuk di bayar. Kirimi mereka Pernyataan Rekening, biasanya pada akhir setiap bulan.

Gunakan siklus penagihan untuk keseragaman proses penagihan.

Hubungi dan gunakan layanan asuransi kredit untuk menjaga terhadap kerugian yang abnormal dari utang buruk.



Saya harap penjelasan di atas tentang manajemen aset dapat membuat Anda lebih sadar tentang bagaimana Anda dapat menjalankan bisnis Anda

Tips Mendeteksi Kesalahan Dalam Neraca Saldo Saat Total Sisi Debit dan Kredit Sudah Balance


Jangan senang dulu kalau Laporan Posisi Keuangan (Neraca) kita sudah balance antara sisi aktiva dan pasiva. Mengapa?  Berikut ini alasannya dan bagaimana menemukan kesalahan tersebut.
Dalam siklus akuntansi kita sudah mengetahui bahwa sebelum membuat laporan keuangan, kita perlu memiliki Neraca Saldo (Trial Balance) yang balance dan benar.  Setelah sekian banyak transaksi diposting termasuk jurnal penyesuaian pada akhir bulan, maka Neraca Saldo penting untuk kita periksa ulang. Sekalipun Balance antara total kolom debit dan kolom kredit, tidak serta merta Neraca Saldo itu sudah benar dan siap menjadi laporan keuangan yang handal.
Untuk melihat satu persatu journal entry tentu akan memakan waktu yang lama apalagi pada perusahaan yang memiliki ratusan sampai ribuan transaksi.  Cara mudahnya tentu dapat kita lakukan dengan melakukan identifikasi pada dua hal berikut:
  1. Sekilas bisa terlihat apakah ada saldo yang tidak normal dalam Neraca Saldo. Jika ada langsung saja telusuri dan lakukan jurnal koreksi. Misal saldo KAS di Neraca Saldo negative (sisi kredit), saldo beban dalam Neraca Saldo yang seharusnya Debit ternyata Kredit. Saldo Piutang yang seharusnya Debit ternyata KREDIT di Neraca saldo, dan sebagainya.
  2. Kedua perhatikan beberapa jenis kesalahan berikut. Ini berlaku baik bila pembukuan dilakukan secara manual maupun menggunakan program aplikasi akuntansi.

  • ERROR OF COMMISSION :
Sebuah transaksi telah dicatat / diposting pada akun yang salah pada kategori (kelompok akun) yang sama. Kesalahan ini disebut ERROR OF COMMISSION
Contoh:
Penerimaan Kas dari Toko ABC dianggap sebagai pembayaran dari Toko XYZ. (sama-sama penerimaan dari piutang namun salah mengkredit akun piutang antara customer Toko ABC dengan akun piutang Toko XYZ)
  • ERROR OF COMPLETE REVERSAL:
Ketika mencatat sebuah transaksi, debit dan credit entry nya terbalik.
Contoh:
Seharusnya : Kas (debit) pada Piutang Toko ABC (kredit), tetapi dicatat terbalik, dimana Piutang Toko ABC (debit) dan Kas (kredit).
  • ERROR OF OMISSION :
Kesalahan ini terjadi  karena sebuah transaksi sama sekali tidak dicatat atau dibukukan ke dalam sistem.
Contoh:
Beban bunga (debit) dan Kas (kredit) sama sekali belum dijurnal.
  • ERROR OF ORIGINAL ENTRY :
Kesalahan ini terjadi ketika angka yang salah digunakan saat pertama kali dibuat jurnal dalam pembukuan.
Contoh:
Pembelian persediaan yang seharusnya berdasarkan invoice sebesar Rp 1.200.000 tetapi dicatat hanya Rp 200.000,-
  • ERROR OF PRINCIPLE:
Kesalahan ini terjadi dibukukan pada sisi debit dan kredit degan jumlah yang sama, tetapi salah dalam kelompok akun.
Contoh:
Transaksi pembelian kendaraan bermotor yang seharusnya dicatat ke akun aset tetap tetapi dibukukan sebagai Beban kendaraan.  Kedua akun ini sama-sama memiliki saldo normal debit, namun memiliki kelompok/kelas akun yang berbeda, dimana yang pertama adalah aset dan akun kedua adalah akun beban.
  • COMPENSATING ERROR:
Kesalahan ini terjadi pada sisi debit dikompensasi oleh kesalahan dalam jumlah yang sama di sisi kredit.
Contoh:
Transaksi pertama: Penerimaan penjualan tunai Rp 560.000 tetapi di catat sebagai Kas (debit) Rp 550.000.  Transaksi kedua: Terjadi retur penjualan sebesar Rp 300.000 sedangkan Piutang dikredit sebesar Rp 310.000,-
Jika kedua transaksi diatas di key in dalam satu journal entry, maka akan terlihat bahwa kedua kesalahan tersebut secara total akan memiliki jumlah yang sama. Kesalahan pada transaksi pertama dan kedua berdampak saling ‘menutupi’ selisih yang ada.
TIPS untuk mendeteksi kesalahan dalam Neraca Saldo ini memiliki pengaruh signifikan dalam penyusunan laporan keuangan.  Kesalahan-kesalahan di atas bermula dari human error sehingga tidak terdeteksi secara otomatis oleh sistem, apalagi jika digunakan pembukuan secara manual.  Aplikasi akuntansi pada dasarnya menerima apapun yang dijurnal selama debit dan kreditnya balance. Oleh sebab itu, dibutuhkan evaluasi atas laporan keuangan sebelum diserahkan kepada pihak manajemen untuk meminimalisir kesalahan. Semoga tips di atas bermanfaat bagi kita semua.